PENGANTAR BISNIS

USAHA CATERING SEHAT


Disusun oleh:

Nama : Rizky Amanda Putri

NPM:26210162

Kelas: 1EB21

Fakultas/Jurusan:Ekonomi/Akuntansi S1

Mata Kuliah: Pengantar Bisnis 1

 

 

 

 

 

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kepada Allah SWT atas berkat rahmat dan karuniaNya yang diberikan kepada kita semua sebagai umatnya .saya dapat menyusun makalah mengenai usaha catering , sebagai mahasiswa saya banyak mendapatkan berbagai pengalaman  hidup sebagai wujud motivasi untuk berwirausaha pada salah satu mata kuliah di Universitas Gunadarma yaitu Pengantar Bisnis 1 yang memiliki suatu muatan soft skill yang membuat kita menjadi diri yang mandiri.

Makalah yang disusun berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan dari sumber-sumber yang sudah lebih tahu dalam dunia bisnis baik itu bisnis yang bermuatan kecil maupun besar, mencakup berbagai alasan memilih suatu barang yang dijadikan modal untuk berbisnis serta tips yang sederhana untuk memudahkan kita dalam usaha untuk meningkatkan taraf hidup di masa kini dan masa yang akan datang .

Semoga makalah ini dapat memberikan kontribusi positif dan memiliki suatu makna yang berarti dalam hidup kita nantinya .Dari lubuk hati yang paling dalam, sangat disadari bahwa ,makalah yang saya buat masih jauh dari sempurna . Oleh sebab itulah tidak ada salahnya saya mengharapkan berbagai kritik dan saran yang membangun untuk lebih baik kedepannya. Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat pada makalah ini terutama dosen pengajar Pengantar Bisnis 1 beserta rekan-rekan yang sudah bersedia membaca makalah ini sebagai salah satu bahan inovasi dan motivasi.

Semoga Bermanfaat .

Bekasi  , Oktober 2010

Penulis

 

 

 

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ……………………………………………………………………………….      v     Daftar Isi…………………………………………………………………………………………      ix

BAB I . PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah……………………………………………………..         1
  2. B. Rumusan Masalah………………………………………………………………        2
  3. C. Tujuan Penelitian ………………………………………………………………       2

BAB II. LANDASAN TEORI

  1. A. Pengertian Bisnis ……………………………………………………………….       3
  2. B. Bentuk Dasar Pemilikan Bisnis ……………………………………………        4
  3. C. Klasifikasi Bisnis ………………………………………………………………..       5
  4. D. Manajemen  ……………………………………………………………………….       5
  5. E. Pengertian Usaha Catering ………………………………………………….       6

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

A.Metode Peneliti………………………………………………………………………………     7

BAB IV. PEMBAHASAN

  1. A. Persiapan Usaha dan Target Pasar ……………………………………….      8
  2. B. Pemasaran ………………………………………………………………………….      9
  3. C. Mutu dan Produk Pelayanan ……………………………………………….. 9
  4. D. Kendala dan Cara Mengatasi ………………………………………………..      9
  5. E. Keuntungan ………………………………………………………………………..      9
  6. F. Berbagai Tips-Tips Makanan ………………………………………………..   10

BAB V. PENUTUP

A.Kesimpulan …………………………………………………………………………………….   12

B.Saran………………………………………………………………………………………………   12

DAFTAR PUSTAKA ……………………………………………………………………………..   13

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang Masalah

Pada era-modernisasi, manusia dituntut oleh gaya hidup yang serba praktis dan mudah.Salah satunya adalah kebutuhan makanan ,kapanpun, dimanapun pasti seseorang memerlukan kebutuhan tersebut untuk kelangsungan hidupnya sehari-hari.

Tak hanya sekedar makanan yang sifatnya mengenyangkan perut tetapi harus diimbangi dengan kesehatan yang ada dalam tubuh kita sendiri, makanan yang benar-benar kita perlukan adalah makanan yang bergizi dan higienis, agar terhindar dari penyakit-penyakit yang bisa membahayakan tubuh. Dengan kesehatan yang baik akan mendukung stamina untuk aktivitas sehari-hari. Dan, untuk mendapatkan hidup sehat dan berat badan yang ideal, salah satunya bisa diperoleh dengan pola makan yang teratur.

Oleh sebab itu, timbul suatu pemikiran dari para wirausaha atau pengusaha untuk mengembangkan suatu usaha makanan yang menjamin kelangsungan akan kesehatan . Mungkin banyak sekali produk-produk makanan yangdiproduksi di lingkungan masyarakat dengan berbagai tampilan yang menarik. Salah satunya produk masakan yang memiliki cita rasa yang beragam, peluang yang perlu digarap saat ini mengenai usaha masakan yaitu usaha Catering .

Usaha Catering ini sudah ada sejak puluhan tahun, berbagai jenis usaha catering yang bermacam-macam yang telah menyatu pada lingkungan masyarakat. Untuk itu perlu adanya pemaparan yang lebih lanjut mengenai usaha yang saat ini berprospek cerah dalam lingkup usaha atau bisnis mengenai usaha catering sehat . Tak hanya makanan menjadi mutu tetapi juga kesehatan yang penting untuk para konsumen didalamnya.

Berdasarkan uraian diatas, peneliti merumuskan penelitian ini dengan judul “Usaha Catering Sehat “ .

1

 

 

 

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan maka rumusan masalah yang dikaji dalam penelitian ini difokuskan dalam pelaksanaan usaha catering sehat  Adapun perumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Bagaimana cara memulai usaha catering sehat bagi pemula usaha ?
  2. Bagaimana cara menjaga kualitas usaha catering tersebut dalam berbagai hal                                                                                                                                                                                                                                                                                                          C. Tujuan Penelitian

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk meningkatkan lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya untuk mengurangi pengangguran yang terjadi pada saat ini .

Tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui pelaksanaan pada usaha catering sehat.

2. Untuk mengetahui cara-cara yang harus dicapai pada usaha catering sehat baik itu dalam segi produksi dan terhadap konsumen itu sendiri .

 

2

 

 


BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Bisnis

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti “sibuk” dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Pada ekonomi kapitalis,kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini berkaitan dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata “bisnis” sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada ateri pasar tertentu, misalnya “bisnis pertelevisian.” Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi “bisnis” yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

3

 

 

 

B.Bentuk Dasar Kepemilikan Bisnis

Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa bentuk yang dianggap umum:

  • Perusahaan perseorangan: Perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemilik lah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
  • Persekutuan: Persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, setiap sekutu (anggota persekutuan) memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
  • Perseroan: Perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab yang terbatas atas harta perusahaan.
  • Koperasi: adalah bisnis yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan untuk menyejahterakan anggotanya. Karateristik utama koperasi yang membedakan dengan badan usaha lain adalah anggota koperasi memiliki identitas ganda. Identitas ganda maksudnya anggota koperasi merupakan pemilik sekaligus pengguna jasa koperasi.

4

 

 

 

C.Klasifikasi Bisnis

Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda. Satu dari banyak cara yang dapat digunakan adalah dengan mengelompokkan bisnis berdasarkan aktivitas yang dilakukannya dalam menghasilkan keuntungan.

  • Manufaktur adalah bisnis yang memproduksi produk yang berasal dari barang mentah atau komponen-komponen, kemudian dijual untuk mendapatkan keuntungan. Contoh manufaktur adalah perusahaan yang memproduksi barang fisik seperti mobil atau pipa.
  • Bisnis jasa adalah bisnis yang menghasilkan barang intangible, dan mendapatkan keuntungan dengan cara meminta bayaran atas jasa yang mereka berikan. Contoh bisnis jasa adalah konsultan dan psikolog.
  • Pengecer dan distributor adalah pihak yang berperan sebagai perantara barang antara produsen dengan konsumen. Kebanyakan ate dan perusahaan yang berorientasi-konsumen adalah distributor atau pengecer. Lihat pula: Waralaba
  • Bisnis pertanian dan pertambangan adalah bisnis yang memproduksi barang-barang mentah, seperti tanaman atau mineral tambang.
  • Bisnis finansial adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dari investasi dan pengelolaan modal.
  • Bisnis informasi adalah bisnis menghasilkan keuntungan terutama dari pejualan-kembali atering intelektual (intelellectual property).
  • Utilitas adalah bisnis yang mengoperasikan jasa untuk ateri, seperti listrik dan air, dan biasanya didanai oleh pemerintah.
  • Bisnis real estate adalah bisnis yang menghasilkan keuntungan dengan cara menjual, menyewakan, dan mengembangkan atering, rumah, dan bangunan.
  • Bisnis transportasi adalah bisnis yang mendapatkan keuntungan dengan cara mengantarkan barang atau individu dari sebuah lokasi ke lokasi yang lain.

D.Manajemen

Studi yang mempelajari operasi bisnis secara efesien dan efektif disebut dengan manajemen. Cabang utama dari manajemen adalah manajemen keuangan, manajemen pemasaran, manajemen sumber daya manusia, manajemen stratejik, manajemen operasi, manajemen produksi, manajaman teknologi informasi, dan intelejen bisnis.

5

 

 

 

Usaha Catering

Usaha atering terdiri dari catering umum adalah catering yang melayani berbagai acara pesta , dan catering khusus seperti catering kantoran yang biasanya melayani karyawan , catering rumahan yang melayani keluarga untuk kebutuhan makan sehari-hari , catering rumah sakit , catering sekolah, catering sehat untuk orang-orang menderita penyakit tertentu , dan catering khusus diet untuk yang menjalankan program pelangsingan tubuh.

A. Catering Khusus

Jenis catering yang paling prospek untuk saat ini adalah catering khusus diet yang menyediakan makanan khusus untuk konsumen yang memiliki pantangan dalam mengonsumsi makanan. Disamping untuk kesehatan yang biasanya lebih kepada orang-orang yang menderita penyakit tertentu, tetapi untuk saat ini banyak keinginan dari para wanita yang ingin memiliki tubuh langsing dengan lebih mengatur pola makan, juga makin membutuhkan jasa catering khusus diet ini, mengingat untuk memasak sendiri selain rumit, juga sulit untuk mengukur kalori yang boleh masuk dalam tubuh . Biasanya catering diet tersebut direkomendasikan oleh ahli gizi yang telah menimbang dan mengatur jenis makanan apa saja yang boleh disantap orang-orang yang sedang menjalankan diet supaya bisa menurunkan berat badan .

B. Catering Rumahan

Jenis catering ini sama halnya dengan catering khusus, memiliki prospek yang tidak kalah. Catering rumahan adalah catering untuk melayani kebutuhan makan suatu keluarga sehari-hari. Untuk sekarang ini dibutuhkan karena seiring dengan banyaknya  pasangan suami-istri yang harus bekerja di luar rumah, sementara mereka tetap ingin anak-anaknya bisa menikmati makanan yang bergizi, daripada anak-anak mereka membeli makanan atau jajanan diluar yang belum tentu ada komposisi gizi dan kebersihan yang terjamin .

6

 

 

 

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A.Metode Peneliti

Penggunaan metode yang digunakan peneliti dalam penelitian ini dengan cara metode penelitan studi kepustakaan dengan mendapatkan sumber-sumber baik berupa media cetak maupun media elektronik pada segi waktu dan tempat yang berbeda . Hal ini perlu dilakukan agar penyampaian informasi lebih akurat kepada pembaca di segala pihak , tak lengkap rasanya tanpa adanya penunjang didalamnya sebagai upaya peningkatan kebutuhan yang sudah melekat dalam kehidupan sehari-hari.

 

 

 

7

 

 

 

BAB IV

PEMBAHASAN

Usaha catering sehat merupakan catering yang berbeda dengan usaha catering lainnya. Perbedaannya adalah dari bahan baku yang digunakan , karena catering sehat menggunakan bahan baku organik yang memiliki kandungan gizi yang lebih baik dibandingkan bahan baku yang biasa. Misalnya , mengganti penggunaan minyak goreng kelapa sawit dengan minyak zaitun, gunakan gula dan garam rendah kalori serta menggunakan daging rendah lemak . Dalam usaha catering sehat dan catering diet, akan lebih baik dibantu ahli gizi yang bertugas untuk mengatur jenis makanan yang tepat . Selain itu, perlu ahli dalam masakan yang harus mengerti bagaimana cara mengolah makanan dengan tepat  yang disesuaikan oleh takaran yang dibutuhkan .

A.Persiapan Usaha dan Target Pasar

Untuk membuka catering sehat hal yang perlu diperhatikan adalah konsep utama yaitu menentukan tipe-tipe menu sehat dan konsumen yang akan dituju. Selain itu, harus berkonsultasi dengan dokter, dan merekrut tenaga ahli khusus di bidang gizi yang membantu memberikan konsultasi yang akurat mengenai menu yang akan disajikan kepada konsumen sesuai dengan apa yang mereka inginkan .

Tak hanya itu, mengetahui supplier yang menyediakan bahan baku berkualitas prima yang dipergunakan untuk membuat menu-menu sehat .  Selanjutnya mempersiapkan manajemen seperti manajemen produksi, alat dan bahan yang akan digunakan, dan biaya yang dibutuhkan . Untuk modal usaha ada beberapa cara yang dapat digunakan dalam meminimalisir modal, yaitu dengan menggunakan properti yang sudah dimiliki sebelum membuka usaha misalnya peralatan dapur, kendaraan dan lokasi produksi .

Target pasar yang akan dituju konsumen yang mengkonsumsi catering sehat dan diet kebanyakan kaum menengah-atas yang telah mengerti benar tentang pola hidup sehat atau pun orang yang memiliki pandangan jauh ke depan yang cenderung perfeksionis.

 

8

 

 

 

B.Pemasaran

Untuk promosi kita dapat melakukannya dengan cara menyebarkan brosur atau secara online, selain itu dengan memberikan sampel kepada calon konsumen potensial sambil meminta kritik dan saran sebagai upaya perbaikan mutu dari produk yang dijual . Untuk catering sehat, cara yang lebih cocok adalah dengan menjalin kerjasama dengan rumah sakit atau dokter-dokter yang memiliki pasien yang memerlukan pengaturan pola makan . Demikian juga dengan catering diet untuk para wanita yang ingin memiki tubuh yang langsing, bekerjasama dengan salon kecantikan, atau klinik kecantikan yang melayani pelangsingan .

C.Mutu Produk dan Pelayanan

Untuk catering khusus kesehatan dan diet, selain menyajikan menu yang sehat dan bernutrisi, perlu menyajikan makanan bercita rasa lezat yang menggugah selera . Hal ini dilakukan agar konsumen tidak merasa sedang melakukan diet khusus . Tambahan fasilitas yang diberikan juga dapat menjadi daya tarik khusus bagi calon konsumen, seperti konsultasi gratis pada ahli gizi untuk konsumen catering diet.

D.Kendala dan Cara Mengatasi

Kendala yang sering dihadapi para pengusaha catering ialah saat pendistribusian pemesanan .Keterlambatan saat makanan diantar adalah hal yang harus dihindari sedini mungkin. Oleh karena itu , siapkan karyawan yang memiliki pengetahuan yang prima tentang rute dan kondisi jalan yang akan ditempuh, usahakan makanan yang telah diproduksi jangan terlalu lama disimpan di tempat produksi, setelah dikemas dengan rapi segera  mungkin antarkan pada konsumen yang bersangkutan .

E.Keuntungan  Usaha Catering Sehat

Menurut data yang diliput oleh info kuliner bahwa keuntungan yang diperoleh pada usaha catering sehat mencapai 50% dari omset . Dikarenakan masih sedikit pelaku  usaha yang mengembangkan usaha catering sehat dan diet tersebut .

 

9

 

 

 

F.Berbagai Tips-Tips Makanan

1. Tips Membuat Makanan Sehat

–  Hindari penggunaan bahan makanan dan bumbu olahan yang instan karena mengandung pengawet, MSG, dan kadar garam yang digunakan juga cukup tinggi.

– Gunakan gula pasir atau pemanis buatan sebagai bumbu pengganti penyedap rasa atau MSG .

– Gunakan bahan pengganti garam yang mengandung Magnesium seperti garam gunung, garam merk Epsom untuk penderita hipertensi/darah tinggi . Atau , gunakan terasi sebagai pengganti garam, terasi dapat digoreng terlebih dahulu untuk aroma yang lebih enak .

– Sebagai pengganti MSG, bisa menggunakan buah bengkuang, parut buah bengkuang lalu tambahkan ke dalam masakan agar masakan lebih gurih .

– Gunakan minyak olive oil untuk menumis sebagai pengganti minyak kelapa sawit. Selain olive oil, VCO(Virgin Coconut Oil) juga dapat digunakan untuk memasak dan lebih baik untuk kesehatan

– Buah-buahan seperti jeruk lemon dan jeruk nipis ternyata memiliki kandungan mineral yang dapat menjadi pengganti garam .

 

10

 

 

 

2.Tips Memilih dan Menyimpan Bahan Makanan yang Benar

– Untuk sayuran organik, pilihlah sayuran yang tidak berpenampilan mulus (misalnya banyak lubang bekas gigitan ulat )

– Untuk memilih buah jangan memilih buah yang mengkilat karena telah dilapisi oleh lapisan lilin yang dapat berbahaya bagi tubuh .

-Membersihkan sayuran dengan kain basah, sebaiknya hindari penggunaan air agar tidak mudah busuk .

– Pisahkan antara pembeku bahan mentah dengan bahan matang. Dan, jaga suhu pendinginnya sekitar 4 derajat celcius , dan suhu pembekuan sekitar -18 derajat celcius .

– Sebelum daging dan unggas dimasukan dalam freezer sebaiknya dimasukan dalam lemari pendingin terlebih dahulu agar udara dingin menyebar rata ke seluruh permukaan daging dan tidak membuat bagian tengahnya busuk/rusak .

– Sayuran berdaun hijau sebaiknya jangan disimpan di dalam kulkas karena akan membuat tekstur daun kering .Tempatkan bagian pangkal sayuran (akar) ke dalam wadah berisi air dan bungkus bagian daunnya dengan plastik berwarna hitam .

 

11

 

 

 

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan makalah mengenai “Usaha Catering Sehat ” peneliti menarik kesimpulan bahwa :

–      Bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan seseorang untuk mencapai keberhasilan yang menguntungkan.

–      Bentuk Dasar Pemilikan Bisnis diantaranya perusahaan perseorangan,persekutuan,perseroan dan koperasi, beserta klasifikasi dan manajemen bisnis .

–     Usaha catering terdiri dari usaha catering umum dan usaha catering khusus .

–   Pengolahan yang baik dan benar dalam pencapaian usaha catering sehat

–  Berbagai Tips-Tips Makanan sehat .

B. Saran

–      Dalam berwirausaha harus memiliki keinginan yang kuat dan menerima segala resiko yang ditempuh .

–      Upaya pengembangan usaha harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat yang diperlukan.

–      Semakin banyaknya penciptaan lahan usaha maka akan mengurangi pengangguran di dalam negeri .

Demikian  kesimpulan dan saran dari penulis tentang “Usaha Catering Sehat” mudah-mudahan dengan pikiran yang sederhana ini dapat diterima dan bermanfaat bagi semua pihak.

 

12

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

–      www.wikipedia.com

–      www.bisnisukm.com

–      Tabloid Resep (Info Kuliner Panduan Usaha dan Wisata Kuliner)

Edisi 03.Th IV 08-21 Oktober 2010.

 

13












 


 

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s