BISNIS SAYURAN ORGANIK

Tak hanya di negara maju, pertanian organik semakin berkembang dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan produk ini. Konsumen kelas menengah ke atas bersedia membayar lebih mahal untuk produk setidaknya didasari alasan penting, yaitu produk aman bagi kesehatan. Sayuran organik salah satunya. Seperti terjadi di negara-negara maju, kebutuhan sayuran organik di Tanah Air diyakini banyak pihak juga akan mengalami kenaikan dari waktu ke waktu.

Produk pertanian yang mulai hangat dibicarakan di Tanah Air sekitar 5 tahun yang lalu ini memang ditemui tak segampang sayuran pada umumnya. Jika ingin mencari, sesuai target pasarnya, produk ini lebih sering ditemui di supermarket atau  pada agen khusus produk pertanian organik, ketimbang di pasar-pasar tradisional. Harganya yang lebih mahal dibandingkan sayuran pada umumnya dipengaruhi oleh pasokannya yang lebih sedikit.

Ingin berbisnis sayuran organik, setidaknya pebisnis bisa memilih diantara tiga bidang yaitu sebagai petani, pemasok, atau petani sekaligus pemasok. Sayuran organik bisa didapat dengan budidaya secara organik. Artinya, budidaya dilakukan tanpa menggunakan material yang mengandung bahan kimia, seperti pupuk kimia buatan (Urea, KCI, dan TSP), pestisida, herbisida, insektisida, fungisida, dan bahan kimia lain.

Sehingga digunakan pupuk organik, misalnya pupuk kandang dan kompos.

Penggunaan GMOs (Genetically Modified Organisme) tidak diperbolehkan dalam setiap tahapan pertanian organik mulai produksi hingga pasca panen. Standar Nasional Indonesia tentang  sistem pangan organik tertuang dalam SNI 01-6729-2002,yang memuat panduan tentang cara-cara budi daya pangan organik untuk tanaman pangan dan ternak, pengemasan, pelabelan, dan sertifikasinya. Sementara dari luar negeri, terdapat lembaga sertifikasi Standar IFOAM. Standar dasar untuk produk organik dan prosesnya dari IFOAM sejak 1980.

Mempelajari Jalur Distribusi

Jika budidaya sudah menjadi pilihan bisnis, mengusahakannya di lahan baru yang sebelumnya belum dengan sistem organik, pebisnis harus mempersiapkan kesabaran di awal budidaya. Pasalnya untuk membuat lahan benar-benar menjadi lahan organik setidaknya dibutuhkan waktu dan juga biaya cukup tinggi. Tapi untuk selanjutnya pebisnis sudah bisa memetik hasil. Karena menggunakan bahan-bahan organik, alami, biaya produksi seharusnya lebih kecil ketimbang bertani secara non organik. Salah satu syarat keberhasilan bagi petani sayuran organik, tak hanya konsentrasi di budidaya, tapi juga mengetahui jalur distribusi pemasaran produk setelah dipanen.

Atau pebisnis hanya ingin mengambil bisnis sebagai pemasok? Persiapan menjalin kerjasama secara langsung dengan petani sayuran organik, dan juga tempat-tempat dimana produk bisa dipasok seperti restoran, rumah sakit dan lainnya akan sangat membantu.

Namun yang jelas bila kita memutuskan untuk terjun dibidang Agribisnis khususnya pertanian organik, ada beberapa hal harus dipersiapkan untuk menghadapi risiko bisnis yang banyak ditentukan oleh kondisi alam. Kesabaran, keuletan dan ketekunan di lahan pertanian. Pebisnis juga harus siap dengan kondisi harga di pasar yang terkadang fluktuatif akibat pengaruh perubahan penawaran dan permintaan.kalender tanam yang berjalan sempurna serta pemilihan  jalur distribusi pemasaran.

Sumber :http://listiaji.wordpress.com/2009/01/11/prospek-bisnis-sayuran-organik/

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s